Atasi Peradangan Dengan Rempah

Atasi Peradangan Dengan Rempah

Beberapa orang yang tidak tahu istilah peradangan atau inflamasi, namun hal sangat penting selain itu dapat atasi peradangan dengan rempah.

Walau sebenarnya, pada intinya, inflamasi ialah “senjata” badan dalam melawan penyakit dan mengobati diri.

Namun, memang, jika inflamasi berjalan kelamaan, karena itu hal itu dapat berbahaya untuk kesehatan. Inflamasi akut menjadi pemicu khusus bermacam penyakit, dari diabetes sampai kanker.

Atasi Peradangan dengan 9 Rempah  ini

Banyak berbagai faktor tentukan inflamasi. Untungnya, kamu bisa menahan inflamasi dengan jaga konsumsimu.

Baca Juga: Hal Yang Dihindari Pasien Sakit Ginjal

Beberapa rempah rupanya mempunyai manfaat tertentu untuk menahan inflamasi. Apa sajakah? Persiapkan catatanmu, berikut rempah yang bisa dibuktikan dengan efisien dalam atasi peradangan dalam tubuh.

  1. Jahe

Ingin digunakan fresh, kering, atau berbentuk bubuk, jahe (Zingiber officinale) adalah bumbu masak umum dengan rasa yang unik, pedas dan manis. Kehangatan jahe kerap dihubungkan dengan penyembuhan tradisionil sepanjang beberapa ribu tahun, dari flu sampai hipertensi.

Hal itu karena jahe memiliki kandungan lebih dari 100 senyawa aktif, seperti gingerol, shogaol, zingiberene, dan zingerone, yang kurangi inflamasi dalam tubuh. Jahe mendesak pertanda inflamasi seperti C-reactive protein (CRP), tumor necrosis faktor-alpha (TNF-α), dan interleukin 1 beta (IL-1β).

Bermacam riset mengutarakan jika 1.000 – 3.000 miligram jahe bisa kurangi resiko inflamasi, khususnya radang persendian atau osteoarthritis. Senyawa aktif dalam jahe kurangi pertanda inflamasi hingga tingkatkan mobilisasi persendian dan kurangi nyerinya.

  1. Bawang putih

Kecuali jahe, bawang putih (Allium Sativum) adalah bumbu dapur terkenal yang mempunyai wewangian dan rasa yang lengkapi masakan. Dan, sama dengan jahe, bawang putih dipakai sepanjang beberapa ribu tahun dalam penyembuhan tradisionil, dari sakit gigi, sembelit, sampai radang persendian.

Bawang putih mempunyai senyawa belerang seperti seperti allicin, diallyl disulfide, dan S-allylcysteine yang bisa dibuktikan bisa menahan inflamasi dengan mendesak kandungan CRP dan TNF-α.

Disamping itu, bawang putih tingkatkan senyawa anti-oksidan, seperti glutathione (GSH) dan superoxide dismutase (SOD), yang bisa mengatur senyawa pertanda inflamasi seperti interleukin 10 (IL-10) dan nuclear faktor-κB (NF-κB).

  1. Kunyit

Masakan Nusantara kuat dengan kunyit (Curcuma longa). Mengepak 300 senyawa aktif, kunyit mempunyai senyawa anti-oksidan namanya “kurkumin” yang disebut anti-inflamasi yang kuat.

Bermacam riset mengatakan 112 – 4.000 miligram kurkumin kurangi pertanda inflamasi, seperti interleukin 6 (IL-6), high-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP), dan malondialdehyde (MDA). Disamping itu, beberapa riset pada pasien osteoarthritis mengutarakan jika kurkumin memberikan dampak pain killer yang serupa seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) umum, seperti Ibuprofen dan Diclofenac.

Sayang, dari beratnya, kunyit cuman mempunyai 3 % kurkumin saja, dan badan manusia pada intinya tidak bisa meresapnya. Kami anjurkan untuk mengonsumi kunyit dengan lada hitam. Ini karena lada hitam mempunyai senyawa piperine, hingga badan bisa meresap kurkumin sampai 2.000%.

  1. Kapulaga

Asli dari Indonesia, kapulaga (Elettaria cardamomum) kerap ditambah ke olahan daging untuk hilangkan rasa dan berbau anyir. Disamping itu, kapulaga mempunyai rasa pedas dan manis yang unik di lidah. Masuk di dalam perincian ini, kapulaga mempunyai manfaat untuk hilangkan peradangan pada tubuh.

Disamping itu, bermacam riset menjelaskan jika berbentuk suplemen, kapulaga bisa kurangi pertanda inflamasi seperti hs-CRP, IL-6, TNF-α, dan MDA, dan tingkatkan kandungan anti-oksidan pada tubuh sampai 90 %!

Secara riil, bermacam penelitian memperlihatkan jika konsentrat kapulaga bisa menurunkan inflamasi pada pasien pradiabetes dan perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD).

  1. Lada hitam

Dipanggil “rajanya rempah”, lada hitam (Piper nigrum L.) bisa diketemukan di dapur sampai restaurant. Pada bermacam sajian, lada hitam hasilkan rasa pedas yang unik. Dalam penyembuhan tradisionil, lada hitam bisa menyembuhkan bermacam keadaan kesehatan, dari asma sampai penyakit lambung. Kenapa dapat demikian?

Bermacam riset memverifikasi jika lada hitam mempunyai senyawa aktif khusus namanya piperine yang kurangi inflamasi pada tubuh. Sama seperti yang kami beritahu awalnya, kamu dapat menyatukan lada hitam dengan kunyit supaya peresapan kurkumin lebih efisien.

Terbukti pada hewan, piperine pada tikus bisa kurangi bengkak persendian dan pertanda peradangan seperti IL-1β, TNF-α, dan prostaglandin E2 (PGE2). Disamping itu, piperine dapat menurunkan permasalahan pernafasan seperti asma dan alergi angin-anginan dengan mendesak IL-6 and IL-1β, dan anti-bodi immunoglobulin E (IgE).

Masih baru terbukti pada hewan, periset juga tengah menyelidik manfaat mutlak piperine pada lada hitam pada manusia. Tetapi, semestinya faedahnya juga hampir sama!

  1. Ginseng

Populer sebagai “makanan orang Korea”, ginseng memang populer di Asia sepanjang beberapa ribu tahun. Dari banyak ginseng, ada dua tipe yang umum, yakni ginseng Asia (Panax ginseng) dan ginseng Amerika (Panax quinquefolius). Rekam jejak ginseng ikut karena manfaat medisnya.

Baik ginseng Asia dan Amerika mempunyai dampak dan jumlah senyawa aktif yang lain. Sementara ginseng Asia mempunyai dampak beri kesegaran badan, ginseng Amerika lebih menuju rileksasi. Tidak cuma ditambah ke sajian sop seperti Samgye-tang, ginseng umum ditambah ke minuman.

Dari bermacam senyawa aktif, ginseng mempunyai satu senyawa aktif khusus, ginsenoside, yang membantu kurangi inflamasi dalam tubuh! Bermacam study mengutarakan jika konsumsi 300 – 4.000 miligram ginseng setiap hari bisa mendesak senyawa yang menggerakkan peradangan, seperti CRP, NF-κB, IL-6, dan TNF-α.

  1. Teh hijau

Kerap diketemukan di restaurant masakan Tiongkok, teh hijau (Camellia sinensis L.) terkenal sebagai minuman yang sehatkan. Ini karena teh hijau mempunyai senyawa polifenol, epigallocatechin-3-gallate (EGCG), yang berguna untuk otak dan jantung. Disamping itu, EGCG bisa kurangi lemak dan inflamasi.

Berguna untuk pencernaan, EGCG pada teh hijau membantu kurangi inflamasi pemicu masalah usus akut seperti radang usus (IBD), radang usus besar/kolitis ulserativa, dan Penyakit Crohn. Bahkan juga, EGCG menunjukkan dianya 58 % lebih bagus pada pasien kolitis ulserativa yang tidak mampu terima penyembuhan konservatif.

Disamping itu, senyawa polifenol pada teh hijau menahan inflamasi dalam tubuh sebagai “biang kerok” penyakit osteoarthritis, rheumatoid arthritis, penyakit Alzheimer, sampai beberapa macam kanker!

  1. Daun rosemary

Populer di olahan daging dan sayur Barat, daun rosemary (Rosmarinus officinalis) memang berawal dari teritori Mediterania. Sudah pasti, rosemary dapat kurangi inflamasi dalam tubuh. Ini dikarenakan oleh rosemary berkadar polifenol yang tinggi, khususnya asam rosmarinic dan asam carnosic.

Dimakan berbentuk teh tinggi asam rosmarinic, tanda-tanda nyeri dan kaku beberapa pasien osteoarthritis diketemukan menyusut secara berarti. Disamping itu, mobilisasi di lutut juga bertambah! Disamping itu, berdasar sebagian riset hewan, asam rosmarinic bisa mendesak pertanda peradangan yang mengakibatkan asma dan penyakit gusi.

  1. Kayu manis

Populer di masakan, minuman, sampai kue, kayu manis atau cinnamon adalah bumbu dapur yang diambil dari kulit pohon genus Cinnamomum. Ada dua tipe kayu manis yang umum, yakni Ceylon atau “kayu manis sejati” (Cinnamomum verum) dan Cassia atau “kayu manis Tiongkok” (Cinnamomum cassia).

Sepanjang beberapa ribu tahun, kayu manis sering dipakai dalam penyembuhan tradisionil. Bermacam study mengutarakan jika konsumsi 1.200 – 4.000 miligram kayu manis bisa kurangi pertanda inflamasi, seperti CRP dan MDA, dan tingkatkan kandungan anti-oksidan pada tubuh! CRP yang tinggi bisa mengakibatkan NAFLD, diabetes type 2, dan rheumatoid arthritis.

Namun, kami anjurkan untuk batasi konsumsinya. Kayu manis type Cassia mempunyai tingkat kumarin yang tinggi, hingga mempunyai potensi menghancurkan liver. Satu sendok teh (2,5 gr) kayu manis Cassia memiliki kandungan 7 – 18 miligram kumarin.

Dianjurkan untuk konsumsi kayu manis 0,1 miligram per kg berat tubuh. Dalam kata lain, tidak boleh konsumsi lebih dari 1 sdt (2,5 gr) setiap hari. Bumbui sajian atau minuman dengan kayu manis seperlunya supaya tidak menghancurkan hati!

Itu bermacam rempah yang kami referensikan untuk menyembuhkan inflamasi dalam tubuh. Nikmat dan gampang didapatkan kan? Dapat digabungkan ke bermacam sajian minuman dan masakan, lho!

Kecuali rempah-rempah ini, tidak jemu kami peringatkan untuk mengaplikasikan pola hidup yang sehat, seperti konsumsi yang sehat, beristirahat cukup, dan olahraga teratur supaya badan lebih tahan dari inflamasi.